Saat kita liburan ke destinasi baru, biasanya kita hanya fokus pada apa yang bisa kita lihat.
- Pemandangan
- Kuliner
- Aktivitas
- Foto - foto
Tapi di balik setiap destinasi, ada orang-orang yang tinggal di sana. Mereka bekerja, membesarkan keluarga, menjaga tradisi, dan merawat tempat-tempat yang dikunjungi para wisatawan.
Jadi, ketika pariwisata hadir di sebuah masyarakat, ada satu pertanyaan penting yang sering kali terlewatkan:
Siapa sebenarnya yang mendapatkan manfaat dari perjalanan tersebut?
Di sinilah community-based tourism (CBT) menjadi sangat penting.
Community-based tourism adalah pendekatan pariwisata di mana masyarakat lokal memiliki peran aktif dalam kegiatan wisata dan dapat merasakan manfaat dari aktivitas yang berlangsung di wilayah mereka. Di Indonesia, berbagai penelitian terbaru mengaitkan pariwisata berbasis masyarakat dengan peluang ekonomi lokal, pelestarian budaya, penguatan hubungan sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan. Namun, pendekatan ini juga menghadapi tantangan, seperti pembagian manfaat yang belum merata dan keterbatasan kapasitas masyarakat dalam mengelola kegiatan pariwisata.
Namun, community-based tourism bukan sekadar membawa wisatawan datang ke sebuah desa. Ini tentang membangun hubungan antara wisatawan dan masyarakat lokal yang saling menghargai, memberikan pengalaman yang bermakna, dan membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
Apa Itu Pariwisata Berbasis Masyarakat?
Community-based tourism adalah bentuk pariwisata di mana masyarakat lokal terlibat secara aktif dalam mengembangkan, mengelola, atau menyediakan pengalaman wisata. Bentuknya pun bisa beragam.
Pemandu lokal yang menceritakan sejarah desa mereka.
Keluarga yang mengelola homestay.
Pelaku usaha lokal yang menyajikan makanan tradisional.
Masyarakat yang mengelola kegiatan wisata.
Seorang petani yang berbagi pengetahuan tentang pertanian lokal.
Atau warga lokal yang membantu wisatawan memahami tradisi budaya dan lingkungan di sekitar mereka.
Yang terpenting bukan sekadar keterlibatan masyarakat lokal, tetapi bagaimana mereka terlibat .
Sebuah komunitas seharusnya tidak berubah menjadi sekadar kumpulan layanan yang hanya ditujukan untuk wisatawan. Sebaliknya, pariwisata seharusnya berjalan bersama masyarakat dan menghargai cara hidup yang sudah ada.
Itulah mengapa penelitian terbaru tentang desa wisata di Indonesia banyak menekankan pentingnya partisipasi masyarakat, tata kelola lokal, pelestarian budaya, dan pemerataan manfaat pariwisata.
Mengapa Masyarakat Lokal Penting dalam Pariwisata?
Sebuah destinasi lebih dari sekadar tempat di peta.
Sebuah desa adalah rumah bagi seseorang.
Hutan bisa menjadi bagian dari sumber penghidupan sebuah masyarakat.
Sebuah makanan lokal bisa membawa pengetahuan yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Sebuah upacara tradisional bisa memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada apa yang terlihat oleh wisatawan.
Ketika pariwisata mengabaikan hal-hal tersebut, sebuah destinasi bisa dengan mudah berubah menjadi sesuatu yang sekadar dikonsumsi oleh wisatawan.
Namun, ketika wisatawan diberi kesempatan untuk mengenal orang-orang dan cerita di balik sebuah tempat, pengalaman mereka pun berubah. Mereka tidak lagi hanya melihat sebuah destinasi, tetapi mulai memahaminya.
Inilah salah satu alasan mengapa community-based tourism dapat menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih bermakna, sekaligus mendukung masyarakat yang menjadikan destinasi tersebut sebagai rumah mereka.
Seperti Apa Bentuk Pariwisata Berbasis Masyarakat?
Pariwisata berbasis masyarakat bisa hadir dalam berbagai pengalaman wisata sehari-hari.
Pemandu Lokal
Seorang pemandu lokal bisa memberikan jauh lebih banyak daripada sekadar menunjukkan arah.
Mereka dapat menjelaskan sejarah suatu tempat, berbagi cerita lokal, mengenalkan makna di balik lanskap, memperkenalkan praktik budaya, dan membantu wisatawan memahami etika serta kebiasaan setempat.
Pengetahuan mereka dapat mengubah perjalanan sederhana menjadi pengalaman yang jauh lebih mendalam.
Kuliner Lokal
Makanan adalah salah satu cara untuk terhubung lebih dekat dengan sebuah destinasi.
Bahan-bahan lokal, resep, dan tradisi memasak sering kali menyimpan cerita tentang lingkungan serta masyarakat yang tinggal di sana.
Memilih makanan lokal juga dapat membantu agar pengeluaran wisatawan tetap berputar di dalam komunitas setempat.
Homestay
Menginap di homestay bisa memberikan sudut pandang yang berbeda dibandingkan menginap di akomodasi konvensional.
Alih-alih hanya melihat sebuah desa dari luar, wisatawan berkesempatan untuk memahami berbagai sisi kehidupan sehari-hari di dalamnya.
Tentu saja, hal ini perlu dilakukan dengan tetap menghormati kehidupan keluarga tuan rumah dan memastikan bahwa pengalaman tersebut juga nyaman serta bermanfaat bagi mereka.
Usaha dan Layanan Lokal
Transportasi, kerajinan, restoran kecil, produk pertanian, dan berbagai kegiatan yang dikelola masyarakat lokal semuanya dapat menjadi bagian dari pengalaman pariwisata berbasis masyarakat.
Intinya, bukan berarti setiap usaha lokal harus dipaksa untuk masuk ke dalam industri pariwisata.
Melainkan menciptakan peluang agar pariwisata dapat secara alami mendukung perekonomian lokal.
Pariwisata Berbasis Masyarakat Bukan Sekadar Menggunakan Layanan Lokal
Perbedaan ini penting.
Sekadar menggunakan jasa pengemudi lokal atau makan di restoran lokal tidak serta-merta menjadikan sebuah perjalanan sebagai pariwisata berbasis masyarakat.
Pariwisata berbasis masyarakat memiliki makna yang lebih dalam.
Pendekatan ini melihat apakah masyarakat lokal memiliki peran yang berarti dalam pengalaman wisata, apakah manfaatnya dibagikan secara adil, dan apakah kegiatan pariwisata menghormati budaya serta cara hidup masyarakat setempat.
Penelitian terbaru di Indonesia menunjukkan bahwa pariwisata berbasis masyarakat dapat memberikan dampak positif secara ekonomi dan sosial, tetapi manfaat tersebut tidak datang dengan sendirinya. Tantangan seperti pembagian manfaat yang belum merata, keterbatasan sumber daya manusia, pengelolaan lingkungan, dan komodifikasi budaya masih perlu diperhatikan dan diatasi.
Itulah mengapa pariwisata berbasis masyarakat yang baik membutuhkan perencanaan yang matang dan keterlibatan masyarakat lokal yang kuat.
Apa yang Bisa Dilakukan Wisatawan?
Wisatawan tidak perlu membuat keputusan yang rumit untuk mendukung pariwisata berbasis masyarakat.
Pilihan-pilihan kecil pun bisa memberikan dampak yang berarti.
Pilih pemandu lokal jika memungkinkan.
Cobalah makanan lokal.
Menginaplah di akomodasi yang dikelola atau dimiliki oleh masyarakat lokal jika tersedia.
Belilah produk langsung dari produsen lokal.
Hormati aturan setempat dan batasan budaya yang berlaku.
Dan mungkin yang paling penting, dengarkan
Sebuah destinasi tidak ada hanya untuk para wisatawan.
Masyarakat yang tinggal di sana tidak seharusnya harus mengubah cara hidup mereka hanya demi menghasilkan foto yang lebih bagus atau pengalaman yang lebih menarik bagi wisatawan.
Mintalah izin sebelum memotret seseorang.
Ikuti arahan dan panduan setempat.
Hormati tempat ibadah dan ruang-ruang budaya.
Dan ingat, tidak semua hal yang bermakna harus dijadikan atraksi wisata.
Pariwisata Berbasis Masyarakat di Indonesia
Indonesia memiliki banyak peluang untuk mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat karena banyak destinasinya yang erat kaitannya dengan alam, budaya, dan kehidupan masyarakat setempat.
Desa-desa wisata di berbagai daerah menunjukkan beragam cara dalam melibatkan masyarakat dalam kegiatan pariwisata.
Penelitian terbaru di Yogyakarta menunjukkan bahwa pariwisata berbasis masyarakat dapat berkontribusi terhadap pendapatan rumah tangga dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, berbagai penelitian tentang desa wisata di Indonesia menyoroti pentingnya tata kelola, perlindungan budaya, peningkatan kapasitas masyarakat, serta perencanaan destinasi dalam jangka panjang.
Namun, tidak ada satu formula yang bisa diterapkan pada setiap destinasi.
Setiap komunitas memiliki budaya, lingkungan, kapasitas, dan prioritasnya masing-masing.
Artinya, pariwisata yang bertanggung jawab sebaiknya dimulai dengan memahami karakter setiap destinasi, bukan menerapkan model pariwisata yang sama di semua tempat.
Bagaimana Pahlawan Berkemah Menerapkan Pariwisata Berbasis Masyarakat
Di Pahlawan Berkemah, kami melihat masyarakat lokal sebagai bagian penting dari sebuah perjalanan.
Pendekatan kami terhadap responsible travel bertujuan untuk menghubungkan wisatawan dengan alam, budaya, dan masyarakat lokal, sekaligus menciptakan pengalaman yang bermakna.
Hal ini dapat mencakup bekerja sama dengan pemandu lokal, penyedia layanan berbasis masyarakat, pengelola desa wisata, penyedia makanan lokal, serta berbagai mitra lokal lainnya.
Tujuannya bukan sekadar membawa wisatawan ke dalam sebuah komunitas.
Melainkan menciptakan pengalaman di mana wisatawan dapat belajar dari destinasi, sementara masyarakat lokal tetap menjadi bagian aktif dalam perjalanan.
Salah satu contohnya dapat ditemukan di kawasan Wonokitri, di mana pengalaman perjalanan dapat menghubungkan wisatawan dengan budaya lokal sekaligus upaya konservasi.
Melalui pengalaman seperti kegiatan edukasi Edelweiss dan Semeninga Walking Tour, wisatawan dapat belajar tentang lingkungan, cerita lokal, budaya Tengger, serta tempat-tempat yang memiliki makna bagi masyarakat setempat.
Hal ini memberikan wisatawan cara lain untuk menikmati dan memahami sebuah destinasi.
Bukan hanya dengan melihatnya.
Melainkan dengan belajar darinya.
Cara Berbeda dalam Memandang Perjalanan
Pariwisata berbasis masyarakat mengajak kita untuk mengajukan pertanyaan yang berbeda.
Alih-alih bertanya:
“Apa yang bisa saya lihat di sini?”
kita bisa bertanya:
“Siapa yang tinggal di sini?”
“Apa yang bisa saya pelajari di sini?”
“Bagaimana perjalanan saya bisa memberikan manfaat tanpa mengurangi nilai dari tempat ini?”
Perubahan cara pandang ini mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa mengubah cara kita melakukan perjalanan.
Sebuah destinasi bukan hanya tempat yang kita kunjungi.
Destinasi adalah tempat di mana orang-orang hidup.
Dan mungkin, perjalanan yang paling bermakna adalah perjalanan ketika kita pulang membawa lebih dari sekadar foto.
Kita pulang membawa cerita, pengetahuan, dan rasa hormat yang lebih dalam terhadap orang-orang dan tempat yang kita temui.
Di Pahlawan Berkemah, inilah salah satu makna dari:
Discover Responsible Journey.
Karena perjalanan yang baik bukan hanya membawa kita ke suatu tempat.
Tetapi membantu kita memahami tempat yang sedang kita kunjungi.

